Identitas dan Gender


Identitas dan Gender


Identitas

Identitas adalah potret diri, dan terjadi dari berbagai potongan, antara lain adalah:

  1. Jalur karir dan pekerjaan yang ingin diikuti oleh seseorang ( identitas karir/ vokasional )

  2. Apakah seseorang konservatif, liberal atau berdiri ditengah-tengsh identitas ( identitas politik )

  3. Kepercayaan spiritual seseorang ( identitas religious )

  4. Apakah seorang lajang menikah, bercerai dan seterusnya ( identitas hubungan)

  5. Sejauh mana seseorang termotivasi untuk berprestasi atau mencapai sebuah hubungan intelektualitas ( identitas pencapaianatau intelektual )

  6. Apakah seseorang heteroseksual, homo seksual, atau biseksual ( identitas seksual )

  7. Berasal dari wilayah manakah seseorang dan sejauh manakah dia mengidentifikasi dirinya dengan warisan kebudayaan ( identitas etnis )

  8. Hal-hal yang disukai ( minat )

  9. Karakteristik kepribadian individu ( kepribadian )

  10. Body image individu ( identitas fisik )


Menurut Teori Erikson

Erikson berpendapat bahwa identitas merupakan aspek kunci dari perkembangan remaja. Tahap kelima perkembangan yang dialami pada masa remaja adalah "identity vs identity confusion". Menurutnya, pada masa ini remaja akan memutuskan siapa mereka, apa mereka, dan akan ke mana mereka. Pencarian identitas selama masa remaja akan dibantu oleh " moratorium psikososial" yaitu sebuah istilah yang menjelaskan celah antara sekuritas masa kanak-kanak dan tanggung jawab masa dewasa. Remaja akan mencari-cari indentitas dalam kebudayaan mereka, mencoba-coba berbagai peran dan kepribadian.

Pada masa remaja, seorang anak dapat berubah menjadi pemberontak, tidak mau tau dan sok tau. Oleh sebab itu, orang tua perlu untuk memberikan waktu dan kesempatan pada remaja untuk mengeksplorasi berbagai peran dan kepribadian yang berbeda. Kebanyakan remaja kemudian membuang peran-peran yang tidak diinginkan.

Remaja yang sukses dalam menghadapi konflik identitas akan muncul menjadi diri yang dapat diterima dalam suatu lingkungan. Sedangkan remaja yang belum sukses dalam menghadapikrisi ini akan mengalami kebingungan identitas ( identitas confusion )

Status identitas ada 4, yaitu:

  1. Identity duffusion

Adalah individu yang belum mengalami krisis, dan belum membuat komitmen.

  1. Identity foreclosure

Adalah individu yang sudah membuat komitmen, tapi belum mengalami krisis.

  1. Identity moratorium

Individu yang tengah berada pada masa krisis tetapi belum memiliki komitmen atau kalaupun ada masih sangat kabur.

  1. Identity achievement

Individu yang sudah melalui krisis dan sudah sampai pada sebuah komitmen.



Gender

Gender mengacu pada dimensi soasial sebagai laki-laki atau perempuan. Identitas gender ( gender identity) yaitu rasa sebagai laki-laki atau perempuan yang diperoleh oleh sebagian besar anak-anak pada waktu mereka berusia 3 tahun.


Seks:

Relative konstan / tidak berubah. Dikotoninya: pria atau wanita.

Gender:

  • Sifatnya yang melekat dapat dipertukarkan.

  • Dikotoninya: feminism dan maskulin . yaitu gender role standar yang tidak ada kaitannya dengan seks.

Jenis Kelamin:

Biologis ( tidak dimiliki sejak lahir ). Tidak dapat di rubah.

Gender:

Konstruksi social ( tidak memiliki sejak lahir). Dapat dirubah.

Gender menurut teori psikoanalisis dan kognitif social.

Teori psikoanalisa:

  • Ketertarikakan seksual terhadap orang dengan jenis kelamin dan yang berlawanan. Pada usia 3-5 tahun ( odipus complex )

  • Identifikasi terhadap orang tua dengan jenis kelamin yang sama dengan usia 5-6 tahun.

Hasilnya adalah perilaku gender sama dengan orang tua berjenis kelamin sama dengan anak.

0 komentar:

Posting Komentar