Anak dan Teman Sebaya


Sebaya adalah orang yang memiliki tingkat umur dan kedawasaan yang kira-kira sama. Teman sebaya memiliki peran yang penting dalam perkembangan anak. Teman sebaya memiliki fungsi penting antara lain yaitu:

1. Memberikan sumber informasi dan perbandingan di luar lingkungan keluarga. Tentunya hal ini akan dijadikan sebagai tolak ukur bagi anak dalam mengevaluasi apa yang mereka lakukan.

2. Hubungan dengan teman sebaya yang baik diperlukan untuk perkembangan sosioemosional yang normal pada anak. Anak-anak yang menarik diri, ditolak oleh teman sebayanya dan merasa kesepian cenderung memilki resiko untuk mengalami depresi.

Hubungang dengan teman sebaya tentunya bisa member dampak yang positif maupun negatif pada anak. Oleh sebab itu, orang tua juga harus tetap mengawasi pergaulan anak dengan teman sebayanya. Dan mengajarkan pada anak untuk memilah mana yang perlu dicontoh dari teman sebayanya dan mana yang tidak. Orang tua turut mempengaruhi dalam hubungan teman sebaya, antara lain adalah:

1. Melatih anak cara bersosialisasi

2. Mengatur kehidupan anak dan kesempatan berinteraksi

3. Keputusan gaya hidup orang tua

Para ahli perkembangan membedakan 5 status sebaya

1. Anak popular yaitu anak yang sering didominasikan sebagai sahabat dan jarang tidak disukai oleh sebaya mereka.

2. Anak rata-rata yaitu anak yang menerima noninasi positif dan negative rata-rata dari sebaya mereka.

3. Anak yang diabaikan yaitu anak yang didominasikan sebagai sahabat tetapi tidak dibenci oleh sebaya mereka.

4. Anak yang ditolak yaitu anak yang jarang didominasikan sebagai sahabat dan dibenci secara selektif oleh sebaya mereka.

5. Anak controversial yaitu anak yang sering didominasikan sebagai teman baik seseorang tapi juga sebagai orang yang tidak disukai.

Menurut Gottman dan Parker, pertemanan memiliki 6 fungsi, antara lain adalah:

1. Persahabatan ( Companionship)

Dengan pertemanan anak-anak akan menemui mitra yang familiar , seseorang yang mau menghabiskan waktu dengan mereka dan bergabung dengan aktivitas kolaboratif.

2. Stimulasi

Dengan pertemanan anak dapat memperoleh informasi yang menarik, kesenangan dan hiburan.

3. Dukungan fisik

Dalam pertemanan terdapat sumber daya dan bantuan.

4. Dukungan ego

Dalam pertemanan terdapat harapan akan dukungan, semangat, dan umpan balik yang membantu anak memelihara kesan diri mereka sendiri sebagai individu yang kompeten, menarik dan pantas ditemani.

5. Perbandingan social

Pertemanan meyediakan informasi tentang posisi anak terhadap orang lain dan apakah anak tersebut berlaku baik.

6. Keintiman atau afeksi

Dalam pertemanan anak mengalami hubungan yang hangat, dekat, dan saling memercaya dengan individu lain, yaitu hubungan yang melibatkan keterbukaan diri.

0 komentar:

Posting Komentar