Manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan satu sama lainnya. Dan untuk pertama kalinya manusia mengawali dalam berkomunikasi yaitu melalui tangisan. Dengan tangisan tersebut bayi dapat mengekspresikan kebutuhan-kebutuhannya. Dan seiring dengan berjalannya waktu maka kemampuan dalam berbicara pun akan semakin matang.
Bahasa dan berbicara merupakan hal yang berbeda. Bahasa mencakup segala bentuk komunikasi, baik yang’diutarakan dalam bentuk lisan. tulisan, bahasa isyarat, bahasa gerak tubuh, ekspresi wajah pantomim atau seni. Sedangkan bicara adalah bahasa lisan yang merupakan bentuk yang paling efektif untuk berkomunikasi, dan paling penting serta paling banyak dipergunakan. Dan dengan bertambahnya usia pada anak, maka perkembangan bahasanya pun akan meningkat. Disinilah peran orang tua sangat diperlukan dalam proses belajarnya berkomunikasi.
Orang tua merupakan contoh bagi anak-anaknya. Oleh sebab itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya., memberi motivasi untuk anaknya, dan mengajarkan hal-hal positif lainnya. Orang tua sang bertanggung jawab atas kesuksesan belajarnya, oleh sebab itu hendaknya orang tua seantiasa berusaha untuk meningkatkan potensi anaknya semaksimal mungkin. Dengan demikian, anak anak lebih mudah dalam berkomunikasi dengan lingkungan yang ada disekitanya.
Perkembangan bahasa terbagi dalam 2 periode:
Periode Prelinguistik (0-1 tahun)
Periode Linguistik (1-5 tahun). Mulai periode linguistik inilah mulai srat anak mengucapkan kata kata yang, pertama. Yang merupakan saat paling meiiakjubkan bagi orang tua.
Dan periode linguistik sendiri masih dibagi kembali menjadi 3 fase:
Fase satu kata ( holofrase )
Dalam fase ini anak hanya mampu menggunakan satu kata untuk mengungkapkan perasaan ataupun keinginannya. Namun dalam pengungkapannya, si anak tidak menunjukka perbedaan antara maksud yang satu dengan maksud yang lainnya. Pada umumnya kata pertama yang diurapkan oleh anak adalah kata benda, setelah beberapa waktu barulah disusul dengan kata kerja.
Fase lebih dari satu kata
Pada fase ini, kata kedua yang akan muncul pada usia 18 bulan. Pada fase ini, anak sudah mampu membuat kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata yang merupakan kata pokok. Setelah mampu mengucapkan dengan dua kata, maka si anak pun akan belajar mengucapkan kalimat dengan tiga kata, empat kata dan seterusnya. Pada fase ini anak sudah mulai berkomunikasi dengan lancar dengan orang lain. dan pada fase ini akan muncul tanya jawab sederhana antara anak dan orang tuanya.
Fase diferensiasi
Periode ini merupakan periode terakhir dari masa balita. Yaitu ketika anak mencapai usia dua setengah sampai lima tahun. Dalam fase ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam berbicara Anak mulai dapat mengkritik, bertanya, menjawab, memerintah, memberitahu dan bentuk-bentuk kalimat lain yang umum untuk satu pembicaraan “gaya” dewasa.
Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. Antara lain adalah:
Kematangan alat bicara
Misalnya tenggorokan, langit-langit, lebar rongga mulut dan Iain-lain dapat mempengaruhi kematangan berbicara. Alat-alat tersebut baru dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat membentuk atau memproduksi suatu kata dengan baik scbagai permulaan berbicara.
Kesiapan berbicara
Kesiapan mental anak sangat berganrung pada pertumbuhan dan kematangan otak. Kesiapan dimaksud biasanya dimulai sejak anak berusia antara 12-18 bulan, yang disebut teachable moment dari perkembangan bicara. Pada saat inilah anak betul-betul sudah siap untuk belajar.
Adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak
Anak akan membutuhkan model tertentu agar dapat melafalkan kata dengan tepat untuk dapat dikombinasikan dengan kata lain sehingga menjadi suatu kalimat yang berarti. Model tersebut dapat diperoleh dari orang lain, misalnya orang tua atau saudara, dari radio yang sering didengarkan atau dari TV, atau actor film yang bicaranya jelas dan berarti.
Kesempatan berlntih
Apabila anak kurang mendapatkan latihan keterampilan berbicara akan timbul frustasi dan bahkan sering kali marah yang tidak dimengerti penyebabnya oleh orang tua atau lingkungannya: Pada akhirnya anak kurang memperoleh motivasi untuk belajar berbicara yang pada umumnya disebut “anak ini lamban” bicaranya.
Motivasi untuk belajar dan berlalih
Memberikan motivasi dan melatih anak untuk berbicara sangat penting bagi annk karena untuk memenuhi kebutuhannya untuk memanfaatkan potensi anak. Orang tua hendaknya selalu berusaha agar motivasi anak untuk berbicara jangan terganggu atau tidak mendapatkan pengarahan.
Bimbingan
Bimbingan bagi anak sangat. penting untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu hendaknya orang tua suka memberikan contoh atau model bagi anak, berbicara dengan pelan yang mudah diikuti oleh anak dan orang tua siap memberikan kritik atau mcmbetulkan apabila dalam berbicara anak berbuat suatu kesalahan. Bimbingan tersebut sebaiknya selalu dilakukan secara terus menerus dan konsisten sehingga anak tidak mengalami kesulitan apabila berbicara dengan orang lain.

0 komentar:
Posting Komentar